11 September 2020 - 05:59
Ingin Rasanya Mencium Tangan Semua yang Menghidupkan Syiar Asyura

"Seandainya bisa, aku akan mencium tangan para pecinta al-Husain yang menyelenggarakan dan menghidupkan majelis duka Al-Husaini satu persatu."

Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang ulama marja taklid Syiah Ayatullah al-Uzhma Wahid Khurasani pada akhir ceramah yang disampaikannya pada majelis duka Husaini di kota Qom Republik Islam Iran Ahad (30/8) menyampaikan terimakasih dan kebanggaannya kepada para pengikut Syiah yang tetap menghidupkan syiar Asyura meski sedang dalam kondisi sulit dengan adanya pandemi penyebaran virus Corona. 

Ia mengatakan, "Seandainya bisa, aku akan mencium tangan para pecinta al-Husain yang menyelenggarakan dan menghidupkan majelis duka Al-Husaini satu persatu."

Ia juga dalam pertemuan tersebut berkata, "Pahala kepada siapapun yang tahun ini dengan adanya pandemi telah menaati prosedur kesehatan dan tetap menyelenggarakan dan menyemarakkan majelis-majelis duka Husaini insya Allah akan jauh lebih besar dan tidak terbatas di sisi Allah swt."

Iran adalah salah satu negara yang memiliki dampak parah dari penyebaran Covid 19. Namun meski dalam kondisi tersebut, peringatan Asyura di Iran tetap terselenggara mulai dari hari pertama Muharram sampai pada puncaknya di hari 10 Muharram yang lebih dikenal dengan nama Hari Asyura. Peringatan Asyura adalah adalah seremonial tahunan pengikut mazhab Syiah diseluruh dunia untuk mengenang kesyahidan Imam Husain as beserta keluarga dan pengikutnya di Padang Karbala pada tahun 61 H. 

Peringatan Asyura dilakukan dalam bentuk mengadakan majelis duka dari malam pertama sampai malam kesepuluh Muharram dan pada puncak acaranya biasanya dilakukan pawai di jalan-jalan dengan diikuti sampai ribuan orang.